Apa Manfaat Mengunyah Permen Karet?

manfaat dan bahaya permen karet

infomanfaat.com – Mengunyah permen karet merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan orang. Tujuannya bermacam-macam, salah satunya adalah untuk menyegarkan mulut, menghilangkan rasa asam dan bau kurang sedap pada mulut.

Namun, banyak juga orang yang menganggap bahwa kebiasaan mengunyah permen karet merupakan sesuatu yang sia-sia dan tidak ada manfaatnya. Benarkah demikian?

Sepintas memang terkesan seperti itu. Namun, bila dikatakan tidak ada manfaatnya sama sekali sepertinya tidak benar. Karena, kebiasaan mengunyah permen karet ternyata juga ada manfaatnya, selama itu tidak dilakukan secara berlebihan.

Berikut beberapa manfaat mengunyah permen karet yang perlu diketahui:

  • Mengunyah permen karet bermanfaat untuk membatasi kebiasaan mengemil

    Mengunyah permen karet dapat membantu untuk mengatur dan membatasi kebiasaan mengemil makanan ringan. Demikian yang dilaporkan oleh sebuah studi di Universitas Negeri Louisiana. Dilaporkan juga bahwa setelah mengunyah permen karet selama 1 sampai 4 jam, konsumsi makanan tinggi kalori juga akan berkurang, dan ini berarti permen karet turut berperan dalam membantu mengontrol kenaikan berat badan. Namun, bila ingin memanfaatkan permen karet untuk membantu mengontrol berat badan, sebaiknya pilihlah jenis permen karet yang sugar free atau rendah/tidak ada kandungan gulanya.

  • Mengunyah permen karet bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak
    Kebiasaan mengunyah permen karet disebut juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, kemampuan fokus, dan daya ingat otak. Alasannya, mengunyah permen karet akan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak hingga 25-40%. Adanya peningkatan oksigen ke otak pada akhirnya juga akan meningkatkan fungsi dan kinerja otak, karena oksigen sangat berguna dan diperlukan bagi otak dalam menjalankan berbagai fungsinya.

    Seorang profesor dari Swinburne University, Melbourne, Australia bernama Andrew Sholey juga mengungkapkan hal yang serupa bahwa terjadi peningkatan daya ingat dan memori jangka pendek sebesar 35% dari kebiasaan mengunyah permen karet.

    Penelitian Jepang yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Cognition menunjukkan bahwa kegiatan mengunyah permen karet akan mengaktifkan delapan area pada otak, termasuk area berpikir, mengingat, dan kewaspadaan. Alasannya adalah kegiatan mengunyah permen karet akan meningkatkan dan memperlancar aliran darah ke otak.

  • Mengunyah permen karet membantu mengatasi rasa gugup dan cemas

    Menurut studi tahun 2008 yang dilakukan Profesor Andrew Scholey, mengunyah permen karet mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh. Hal ini berarti, mengunyah permen karet bermanfaat untuk meredakan tingkat stres dan ketegangan. Lebih lanjut, makan permen karet akan membuat seseorang jadi lebih rileks (tenang), membantu mengatasi rasa gugup dan cemas.

  • Permen karet mampu membuang sisa kotoran pada gigi setelah makan
    Setelah makan, sangat dianjurkan untuk menyikat gigi guna membuang kotoran dan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi. Selain menggosok gigi, cara lain untuk membersihkan kotoran dan sisa makanan adalah dengan mengunyah permen karet. Tentu yang perlu diperhatikan adalah permen karet yang dianjurkan di sini adalah jenis permen karet bebas gula (sugar free).

    American Dental Association merekomendasikan untuk mengunyah permen karet bebas gula (sugar free) selama 20 menit setelah makan untuk mengurangi kemungkinan gigi berlubang, penumpukan plak, dan radang gusi. Air liur yang diproduksi di mulut lewat kegiatan mengunyah permen karet dapat membasuh asam dan bakteri di mulut, sehingga melindungi gigi dari kerusakan.

    Pilihlah juga permen karet yang mengandung xylitol yang dapat mengurangi produksi bakteri perusak gigi.

  • Permen karet membantu mengurangi ketergantungan terhadap kopi dan rokok
    Permen karet tak hanya membantu untuk mengurangi kebiasaan mengemil makanan ringan, namun juga dapat membantu untuk mengurangi kebiasaan merokok dan minum kopi. Kopi dan rokok mengandung zat stimulan yang bersifat adiktif yaitu nikotin dan kafein. Biasanya, susah bagi orang yang sudah kecanduan atau ketergantungan untuk lepas dari kedua zat tersebut. Saat sudah berkeinginan untuk stop mengonsumsi kedua zat tersebut, reaksi awalnya terkadang mulut terasa asam dan tidak enak. Permen karet dapat menjadi alternatif untuk mengatasi mulut yang terasa asam tersebut. Saat ada keinginan untuk merokok dan minum kopi, Anda dapat menggantinya dengan mengunyah permen karet, sehingga ketergantungan Anda terhadap kedua zat tersebut (rokok dan kopi) bisa berkurang.

Itulah beberapa manfaat dari permen karet yang mungkin belum Anda ketahui. Meskipun memiliki banyak manfaat, namun bukan berarti kita boleh mengonsumsinya sembarangan. Karena, konsumsi yang terlalu banyak ternyata juga memiliki efek samping yang tidak baik bagi tubuh. Apa saja efek samping dan bahaya dari terlalu banyak (sering) mengunyah permen karet?

  • Terlalu sering mengunyah permen karet dapat mengganggu keseimbangan bentuk rahang kiri dan kanan, terutama bila permen karet dikunyah di satu sisi saja.
  • Terlalu sering mengunyah permen karet dapat memicu timbulnya Temporomandibular joint disorder (TMJ), yaitu gangguan pada saraf dan otot rahang yang menimbulkan rasa sakit dan membuat rahang kesulitan dalam membuat gerakan membuka dan menutup. Gangguan tersebut terjadi sebagai akibat dari otot-otot sekitar mulut dan rahang berkontraksi dan tegang karena terlalu banyak (sering) mengunyah permen karet. Dampak lainnya dari gangguan tersebut adalah dapat menimbulkan keluhan pusing kepala, nyeri pada gigi, dan daerah sekitar telinga.
  • Terlalu sering mengunyah permen karet dapat membuat perut kembung. Saat mengunyah permen karet, maka banyak udara yang juga ikut masuk (tertelan), dimana kondisi ini dapat memicu terjadi keluhan perut kembung.

    Lebih lanjut, kegiatan mengunyah permen karet akan mengirim pesan pada tubuh bahwa ada sesuatu makanan yang masuk ke dalam tubuh, sehingga akan dilepaskan enzim dan asam yang bertugas untuk mencerna makanan. Namun sesungguhnya, pada saat mengunyah permen karet tidak ada makanan yang masuk untuk dicerna. Akibatnya, akan terjadi kelebihan produksi (penumpukan) asam pada perut yang dapat mengarah pada keluhan nyeri dan kembung pada perut.

  • Sebagian besar permen karet mengandung pemanis buatan, seperti aspartam. Dampak dari terlalu banyak mengonsumsi pemanis buatan ini pada beberapa orang yang terbilang lebih sensitif adalah dapat menimbulkan keluhan diare dan migrain (nyeri kepala sebelah).

Sekarang, kita sudah mengetahui apa saja manfaat dan kerugian (efek samping) dari mengunyah permen karet. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap bijak dari kita untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang sedang (tidak terlalu banyak) agar manfaat dari permen karet bisa kita dapatkan, tanpa harus merasakan dampak atau efek sampingnya pada tubuh kita.


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>