Manfaat dan Khasiat Bit Bagi Kesehatan Tubuh (Plus Efek Sampingnya)

Manfaat, khasiat, dan efek samping bit

infomanfaat.com – Bit (Beta Vulgaris L.) merupakan tanaman yang umbi atau akarnya berwarna merah keunguan dan sering dipakai sebagai pewarna alami makanan. Selain sebagai pewarna alami, bit (ubi bit merah) juga banyak dikonsumsi langsung sebagai bahan campuran salad bersama dengan sayur lain, diminum jusnya, direbus atau dipanggang.

Bit memiliki banyak manfaat dan khasiat. Bit mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan, tinggi akan kandungan serat, dan rendah kalori. Selain kaya akan vitamin B dan C, bit juga banyak mengandung kalium yang penting untuk menjaga kesehatan fungsi saraf dan otot.

Berikut beberapa nutrisi (zat gizi) yang terkandung dalam bit:

(Nutrisi per 100 gram bit)

– Energi : 180 KJ (43 kcal)
– Karbohidrat : 9.96 gram
– Serat pangan : 2 gram
– Gula : 7.9 gram
– Lemak : 0.18 gram
– Protein : 1.68 gram
– Vitamin A : 2 mikrogram
– Vitamin B1 : 0.31 mg
– Vitamin B2 : 0.27 mg
– Vitamin B3 : 0.331 mg
– Vitamin B5 : 0.145 mg
– Vitamin B6 : 0.67 mg
– Vitamin B9 (folat) : 80 mikrogram
– Vitamin C : 3.6 mg
– Kalsium : 16 mg
– Zat besi : 0.79 mg
– Magnesium : 23 mg
– Mangan : 0.3 mg
– Fosfor : 38 mg
– Natrium : 77 mg
– Kalium : 305 mg
– Zinc : 0.35 mg

(Sumber data: USDA)

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, masih banyak manfaat dan khasiat bit bagi tubuh kita yang mungkin saja belum banyak diketahui orang. Oleh karena itu, di artikel ini Kami akan berbagi sedikit informasi mengenai apa saja manfaat dan khasiat bit bagi tubuh kita. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Bit bermanfaat untuk melawan kanker
    Bit ternyata memiliki khasiat untuk melawan kanker. Sejumlah studi sudah mengungkapkan bahwa ekstrak ubi bit merah mengandung pewarna alami merah E162 yang ternyata efektif untuk menekan perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh.

    Manfaat, khasiat, dan efek samping bit

    Salah satunya adalah sebuah studi tahun 2011 yang dilakukan oleh Howard University di Washington, Amerika Serikat, yang mencoba membandingkan bagaimana kemampuan bit dan obat untuk kanker, dalam menghambat pertumbuhan sel tumor. Dari penelitian tersebut, diperoleh hasil bahwa antara bit dengan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati kanker ternyata memiliki efek yang sama dalam menekan pertumbuhan sel kanker. Dalam waktu 3 hari, keduanya (bit dan obat-obatan untuk kanker) sudah mampu memperlihatkan hasil yang signifikan dalam memperlambat perkembangan sel-sel tumor.

    Adalah betanin yang merupakan betacyanin (pigmen warna merah keunguan) yang terkandung dalam bit yang berperan sebagai antioksidan kuat dan memiliki sifat anti-kanker. Betanin mampu memperlambat pertumbuhan kanker, khususnya sel kanker prostat dan payudara hingga 12.5%. Meskipun demikian, studi lanjutan tetap diperlukan untuk melihat apakah betanin memberikan pengaruh yang sama terhadap jenis kanker lainnya.

    Kandungan serat yang tinggi dalam bit juga penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Studi pada tahun 1992 juga mengungkapkan bahwa serat bit efektif untuk memberikan perlindungan (pencegahan) terhadap penyakit kanker usus besar.

  2. Bit bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah
    Manfaat dan khasiat lain dari bit adalah mampu menurunkan tekanan darah. Hal tersebut didasarkan pada sejumlah studi mengenai manfaat jus bit, diantaranya adalah studi tahun 2010 yang dilakukan oleh Universitas Queen Mary, London, mengungkapkan bahwa konsumsi 250 ml jus bit setiap hari secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah selama beberapa jam.

    Studi lainnya yang dilakukan oleh Baker Heart and Diabetes Institute di Melbourne, Australia mengungkapkan bahwa konsumsi 500 ml jus bit setiap hari secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah selama 6 jam.

    Bit banyak mengandung nitrat (NO3). Di dalam tubuh, nitrat berubah menjadi nitrogen monoksida (NO) yang mampu melancarkan peredaran darah dan menurunkan tekanan darah.

    Meskipun demikian, tetap diperlukan studi lanjutan untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya bagi tubuh bila rutin dikonsumsi setiap hari.

  3. Bit mampu meningkatkan stamina fisik
    Kandungan nitrat dalam bit yang cukup tinggi ternyata tak hanya berguna untuk menurunkan tekanan darah, namun juga efektif untuk meningkatkan performa dan stamina fisik.

    Sebuah studi tahun 2010 yang dilakukan oleh University of Exeter, Inggris mengungkapkan bahwa orang dewasa yang minum 500 ml jus bit setiap hari memiliki stamina fisik yang lebih kuat dan mampu berolahraga lebih lama, yaitu 16% lebih lama daripada mereka yang tidak meminum jus bit.

    Nitrat bersama dengan antioksidan lainnya dalam bit bekerja secara sinergi untuk mengefisienkan pemakaian oksigen oleh otot. Dampak dari pemakaian oksigen yang lebih sedikit dan efisien tersebut adalah memperlambat timbulnya rasa lelah, meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh. Karena khasiatnya itu, sudah banyak atlit dunia yang memanfaatkan bit untuk mendongkrak stamina dan ketahanan fisiknya.

Agar praktis dan lebih menyehatkan, sebaiknya bit tak perlu diolah dengan cara yang bermacam-macam. Cukup direbus atau dibuat jus saja. Beberapa literature menyebutkan, konsumsi jus bit juga bermanfaat untuk program detoksifikasi tubuh (membuang racun-racun dalam tubuh).

Meskipun demikian, bila ingin mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat, tentu tak hanya cukup dengan mengonsumsi bit saja. Konsumsi makanan sehat seperti bit juga perlu dikombinasikan dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dalam keseharian kita, yaitu berolahraga, mengonsumsi makanan-makanan sehat lainnya, menjauhi stres, banyak istirahat, dan membatasi konsumsi makanan-makanan yang bisa merugikan kesehatan tubuh.

Efek Samping Bit
Meskipun memiliki banyak manfaat dan khasiat, namun, ada juga efek samping yang ditimbulkan dari konsumsi bit yang terlalu banyak. Sekitar 10-14% orang yang mengonsumsi bit mengalami fenomena yang disebut beeturia, yaitu warna urin berubah menjadi pink atau kemerahan akibat terlalu banyak mengonsumsi bit. Perubahan warna urin menjadi pink atau kemerahan tersebut bukanlah pertanda adanya darah pada urin. Dan, selama tidak diikuti oleh keluhan atau gejala lainnya yang mengganggu, maka perubahan warna urin tersebut dianggap tidak berbahaya.

Konsumsi bit yang terlalu banyak juga tidak baik bagi ginjal, karena bit tinggi kandungan oksalat yang dapat membentuk batu ginjal. Bit juga tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang menderita penyakit ginjal, karena justru akan memperparah kondisi penyakit tersebut.

Berapa takaran dosis konsumsi bit yang dikatakan berlebihan atau terlalu banyak? Sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah mengenai hal tersebut. Oleh karena itu, akan lebih baik bila kita mengonsumsinya sesekali (tidak terlalu sering dan banyak), agar kita bisa mendapatkan manfaat dan khasiatnya tanpa harus merasakan efek sampingnya.

(Berbagai sumber)


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>