Manfaat Spirulina untuk Kesehatan

Manfaat Spirulina
Spirulina disebut juga makanan super (superfood) yang kaya nutrisi dan manfaat

infomanfaat.com – Spirulina merupakan bahan alami yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap yang dibutuhkan manusia dalam menjaga fungsi kesehatan tubuhnya. Kandungan nutrisi yang sedemikian lengkap dan baik untuk manusia mengantarkan Spirulina sebagai salah satu makanan super yang kini banyak diproduksi dan diperjualbelikan. Seiring dengan hal itu, Spirulina kini telah memiliki pasar yang cukup luas dan telah menjadi kebutuhan rutin sebagai suplemen kesehatan manusia. Hal itu terjadi tentunya bukanlah tanpa alasan, Spirulina memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan manusia yang kian terancam di tengah meningkatnya polusi akibat dari berbagai kegiatan industri.

Kandungan Spirulina

Spirulina kaya akan kandungan zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti protein (60-70%), asam-asam amino essensial (lengkap), karbohidrat (13.5%), karotenoid, asam lemak tidak jenuh (GLA, LA, EPA, DHA, dll), mineral esensial (K, Ca, Cr, Cu, Fe, Mg, Mn, P, Se, Na dan Zn), klorofil, vitamin (B1, B2, B3, B6, B9, B12, C, D, dan vitamin E), dan pigmen yang unik (fikosianin). Spirulina rendah akan lipid, sehingga tidak perlu khawatir terhadap penambahan berat badan, bahkan Spirulina berkhasiat dalam menurunkan berat badan (mengatasi obesitas).

Berikut ini berbagai manfaat Spirulina bagi kesehatan tubuh manusia:

  • Spirulina bermanfaat sebagai Antioksidan

    Spirulina memiliki khasiat dalam melawan berbagai senyawa radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan. Khasiat antioksidan Spirulina ditengarai akibat adanya kandungan beta-karoten, tokoferol, dan senyawa fenolik. Ketiga senyawa antioksidan tersebut dapat bekerja masing-masing ataupun bersinergi. Terlebih, senyawa antioksidan dalam Spirulina memiliki efek dalam melindungi sel-sel saraf (neuroprotektif) dari serangan radikal bebas, sebagaimana yang ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Tobon-Velasco dan kawan-kawan pada tahun 2013. Selain ketiga senyawa yang telah disebutkan sebelumnya, Spirulina juga mengandung senyawa lain yang berkmanfaat dalam melawan radikal bebas, yaitu pigmen biru yang terkandung dalam sel Spirulina yang juga dikenal dengan nama fikosianin. Fikosianin Spirulina telah terbukti secara ilmiah memiliki khasiat dalam melindung organ hati (sebagai hepatoprotektor).

  • Anti-inflamasi

    Tidak hanya efektif dalam menangkal serangan radikal bebas, fikosianin juga memiliki khasiat dalam mengatasi inflamasi (peradangan). Dalam beberapa penelitian, fikosianin dari Spirulina menunjukkan kemampuan yang mumpuni sebagai senyawa antiinflamasi. Fikosianin Spirulina bekerja dalam mengatasi inflamasi dengan cara menghambat aktivitas cyclooxygenase-2 (COX-2) dengan IC50 yang relatif rendah. Menurut penelitian yang dilakukan Reddy dkk (2000), aktivitas fikosianin dalam menghambat COX-2 lebih besar ketimbang obat antiinflamasi yang telah dikenal, seperti Celecoxib dan Rofecoxib.

  • Anti Alergi

    Mengonsumsi berbagai mikroalga yang dapat dimakan mampu mengubah sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh yang mengonsumsinya bisa beradaptasi dengan lingkungan yang mengancam kesehatannya, dan Spirulina bukanlah pengecualian. Pemberian Spirulina pada pasien dengan rhinitis alergi menunjukkan perbaikan kondisi yang signifikan pada pasien tersebut, berbagai gejala rhinitis alergi, seperti bersin-bersin, dapat berkurang. Aktivitas antialergi Spirulina bekerja melalui berbagai mekanisme, seperti mengurangi konsentrasi IgE, menghambat produksi IL-4, serta menghambat pelepasan senyawa histamin.

  • Manfaat Spirulina sebagai Antikanker

    Studi Spirulina sebagai bahan yang memiliki aktivitas antikanker telah banyak dilakukan, baik dalam bentuk single maupun kombinasi dengan senyawa lain. Umumnya, Spirulina yang digunakan adalah dalam bentuk ekstrak, terutama ekstrak dengan menggunakan air ataupun air panas. Jenis kanker yang telah terbukti mampu diatasi oleh pemberian ekstrak Spirulina di antaranya adalah kanker hati, leukemia, serta kanker mulut, dan berbagai kanker lainnya yang masih diteliti hingga kini. Sebagai bahan antikanker, senyawa dalam Spirulina bekerja melalui berbagai jalur mekanisme.

  • Antivirus dan antibakteri

    Berbagai infeksi virus dapat diatasi oleh Spirulina, seperti infeksi oleh virus HSV-1, HSV-2, HIV-1, cytomegalovirus, virus campak, virus penyebab gondok, dan virus influenza. Ada dua jenis Spirulina yang kini banyak dimanfaatkan, yaitu Spirulina platensis dan Spirulina maxima. Kedua jenis Spirulina tersebut memiliki efektivitas antivirus terhadap jenis virus yang berbeda. Oleh karena itu, penggabungan keduanya dalam penggunaannya mungkin akan memberikan aktivitas antivirus yang lebih baik ketimbang digunakan sendiri-sendiri.

    Tidak hanya infeksi oleh virus, infeksi bakteri juga dapat dihambat atau dihentikan aktivitasnya oleh Spirulina, termasuk bakteri-bakteri yang kini diketahui resisten terhadap senyawa antibiotik tertentu, seperti E. coli, Klebsiella pneumonia, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus.

  • Antidiabetes dan antiobesitas

    Penelitian Takai dkk (1991) menunjukkan bahwa ekstrak air Spirulina efektif dalam mengurangi kadar gula dalam darah. Konsumsi Spirulina dengan dosis 2 gram per hari juga dapat mengurangi kadar gula darah secara signifikan pada pasien yang berpuasa, seperti yang dikemukakan oleh Mani dkk (1998). Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Becker dkk pada tahun 1986 menunjukkan bahwa konsumsi 2.8 gram Spirulina tiga kali sehari selama 4 minggu dapat menurunkan berat badan pada pasien dengan obesitas secara signifikan. Spirulina juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi, seperti yang ditunjukkan oleh Iwata dkk (1990).

Selain 6 manfaat di atas, Spirulina juga bermanfaat untuk mengatasi pasien yang terkena limbah radioaktif seperti yang terjadi pada insiden Chernobyl. Spirulina juga terbukti secara ilmiah dalam mengurangi rasio kadar kolesterol jahat (LDL) dengan kolesterol baik (HDL) setelah 4 bulan penggunaannya sebagai suplemen. Selain itu, Spirulina juga bermanfaat dalam mengatasi anemia, mengatasi malnutrisi, mendetoksifikasi ginjal, meningkatkan jumlah bakteri baik Lactobacillus, dan lain-lain.


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>