INFOMANFAAT.COM

Manfaat Pektin bagi Kesehatan

infomanfaat.com – Pektin merupakan serat larut dalam air yang terdapat pada berbagai buah-buahan, seperti jeruk dan apel. Anda bisa mendapatkannya hanya dengan mengonsumsi apel bersama kulitnya. Pektin juga digunakan sebagai thickener pada berbagai produk pangan komersial. Pektin yang terkandung dalam buah-buahan diketahui memiliki manfaat tersendiri terutama untuk kesehatan. Hal tersebut telah dilaporkan di berbagai publikasi ilmiah. Berikut manfaat pektin bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui:

  • Mencegah Kanker Prostat

    Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasi pada tahun 2010 pada jurnal “Integrative Cancer Therapies” diketahui bahwa pektin berpotensi dalam pencegahan dan pengobatan kanker prostat. Dalam publikasi tersebut dinyatakan bahwa pektin mampu menghambat reproduksi sel kanker serta menginduksi terjadinya apoptosis, yaitu sel memprogram kematiannya sendiri, setelah 4 hari pemberian. Dalam penelitian itu juga dinyatakan bahwa pektin menunjukkan 54% toksisitas pada sel-sel kanker. Berdasarkan hasil itu para peneliti menyimpulkan bahwa pektin dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan kanker prostat.

  • Efektif terhadap berbagai jenis kanker

    Selain kanker prostat, pektin disinyalir juga efektif dalam penanganan berbagai jenis kanker yang lain. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara mencegah penyebaran sel kanker ke bagian tubuh yang lain, mencegah terjadinya pertumbuhan tumor serta menginisiasi apoptosis (pemrograman kematian sel). Menurut laporan ilmiah pada tahun 2007, struktur pektin yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antikankernya dapat diaktivasi dengan cara perlakukan pemanasan.

  • Manfaat Pektin

    sumber gambar: www.prostate.net

  • Sebagai Antiinflamasi (Anti Radang)

    Masih menurut penelitian, pektin juga memiliki aktivitas antiinflamasi. Pektin mampu mengurangi produksi antibodi pro-inflamasi, sehingga pektin dapat digunakan untuk menangani peradangan (inflamasi) pada saluran pencernaan. Hal tersebut adalah hasil penelitian yang dipublikasi pada “Journal of Agricultural and Food Chemistry” pada tahun 2010.

  • Antikolesterol

    Berdasarkan hasil studi pada tahun 2008 yang diterbitkan pada jurnal “Molecular Nutrition and Food Research” ditemukan bahwa kandungan pektin pada apel dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah dengan cara meningkatkan jumlah kolesterol baik atau HDL secara signifikan. Saat HDL meningkat, maka HDL dapat menyingkirkan LDL (kolesterol jahat) menuju hati untuk selanjutnya diproses dan dibuang dari tubuh. Selain itu, mekanisme lain dari pektin sebagai antikolesterol adalah pektin dapat mengikat kolesterol serta asam empedu (terbuat dari kolesterol), lalu membawanya keluar dari tubuh. Dengan demikian jumlah asam empedu akan menurun di dalam tubuh, sebagai responnya maka tubuh membentuk asam empedu baru dengan menggunakan kolesterol yang beredar di pembuluh darah, dengan begitu kadar kolesterol dalam darah akan menurun.

  • Mengurangi Stress (antistress)

    Percobaan pada tikus menunjukkan bahwa pemberian lemak dan pektin membuat kadar hormon stress, norepinephrine dan epinephrine, di otak menjadi rendah. Sebaliknya, kadar norepinephrine di darah menjadi tinggi dan kadar dopamine di darah rendah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pemberian pektin dapat mengurangi tingkat stress.

  • Mengontrol Berat Badan

    Dalam hal ini, asupan pektin membuat seseorang menjadi merasa kenyang. Studi yang dilakukan di Konkuk University (Korea) pada tahun 2007 mengindikasikan bahwa wanita overweight yang meminum minuman mengandung pektin memiliki kalori 12% lebih rendah dibandingkan biasanya pada saat makan siang, dan 22% kalori lebih rendah pada saat makan malam. Pektin sebagai serat larut air aman dikonsumsi dan kiranya menjadi pilihan tepat dalam menjalankan program diet Anda.

Semoga bermanfaaat!

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>