Manfaat Propolis untuk Kesehatan

Manfaat Propolis
sumber gambar: obatpropolis.com

infomanfaat.com – Propolis adalah campuran dari getah tanaman, air liur lebah, dan lilin yang berfungsi melindungi sarang lebah dari ancaman virus dan bakteri. Prospolis memiliki tekstur yang berbeda dengan produk lebah lainnya seperti madu dan royal jeli, sehingga membuat petani lebah seringkali membuang cairan yang mirip dengan kotoran ini. Meskipun secara fisik tidak menarik, namun propolis mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan antara lain pencegahan dan penyembuhan kanker, obat penyakit mata, antioksidan, dan peningkatan daya tahan tubuh.

Propolis biasanya berwarna hitam pekat dan lengket. Teksturnya lebih pekat dari madu dan royal jeli. Sebagian petani mengira propolis adalah kotoran yang harus dibuang. Padahal propolis merupakan sterilisator lebah yang rentan terhadap virus dan bakteri.

Manfaat Propolis

sumber gambar: obatpropolis.com

Dari hasil penelitian terhadap tikus yang diberi bibit kanker didapatkan hasil bahwa tikus yang diberi propolis secara teratur tidak terserang penyakit kanker. Penelitian tersebut adalah satu dari sejumlah penelitian terhadap efektivitas propolis dalam melawan sel kanker. Jenis kanker yang bisa dicegah antara lain kanker payudara, kanker ovarium, kanker nasofaring, kanker serviks, kanker getah kuning, kanker darah, kanker usus, kanker paru-paru, dan kanker hati. Propolis bersifat antioksidan dan immunomodulator yang dapat mencegah radikal bebas dan kuman parasit yang menggerogoti tubuh kita.

Propolis juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit mata akibat debu dan kuman. Penggunaan propolis sebagai obat mata bisa dikonsumsi dan diteteskan pada mata. Berdasarkan pengalaman beberapa orang yang berkacamata minus, penggunaan tetes mata dari propolis secara teratur dapat mengurangi minus mata, bahkan menyembuhkannya.

Fungsi propolis sebagai sterilisator bakteri dan virus juga berlaku pada manusia. Hal ini disebabkan propolis mengandung polifenol yang efektif menumpas jamur, bakteri, virus, dan peradangan pada manusia. Sifat antibiotik propolis berbeda dengan obat kimia yang langsung bereaksi ketika dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu pemakaian teratur jika digunakan untuk penyembuhan penyakit.

Selain polifenol, propolis juga mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Flavonoid bekerja mencegah kerusakan DNA pada inti sel yang dilakukan oleh radikal bebas. Jika DNA sel tetap utuh, maka sel akan terhindar dari kerusakan, termasuk sel darah putih yang berperan dalam melawan kuman penyakit.

Propolis juga mengandung berbagai vitamin yang bersifat immunomodulator dan antioksidan. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa konsumen propolis lebih jarang terserang penyakit daripada manusia pada umumnya.

Propolis memang sangat bermanfaat, namun manfaat tersebut tidak bisa didapat serta merta dalam waktu yang singkat. Penggunaan propolis sebagai obat harus diberikan dalam jangka waktu lama. Hal ini tentu berbeda dengan obat kimia yang langsung bisa dirasakan efeknya beberapa saat setelah dikonsumsi. Bedanya, konsumsi propolis dalam jangka waktu lama terbukti aman dan nyaris tanpa efek samping, sedangkan konsumsi obat kimia akan menimbulkan beragam efek samping yang justru membahayakan seperti ginjal dan liver. Berdasarkan proses kerja tersebut, maka propolis boleh dikonsumsi manusia yang sehat secara teratur.


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>