Manfaat Omega 3 untuk Ibu Hamil

Manfaat Omega 3 untuk Ibu Hamil
sumber gambar: livesuperfoods.com

infomanfaat.com – Selama kehamilan, calon ibu harus benar-benar menyadari bahwa dirinya adalah penunjang kehidupan janin dalam rahimnya, artinya pada saat kehamilan ia harus mencukupi kebutuhan nutrisi bagi dua orang, dirinya sendiri dan calon bayi. Pemenuhan kebutuhan gizi ini pun, dilakukan ibu dalam mengahadapi masa-masa perkembangan anak mereka, baik selama hamil dan menyusui. Berbagai penelitian tentang kebutuhan gizi pada masa kehamilan dan menyusui kian berkembang. Di antaranya adalah pentingnya asam lemak Omega 3 baik bagi perkembangan janin yang sehat, serta bagi kesehatan ibu.

Apa Yang Dimaksud Dengan Omega 3?

Omega 3 termasuk asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang yang merupakan nutrisi penting untuk kesehatan dan perkembangan sel-sel tubuh. Sayangnya, asam lemak ini tidak bisa dibuat oleh tubuh manusia sehingga harus diperoleh dari makanan sehari-hari atau suplementasi. Namun, pola makan sehari-hari masyarakat saat ini umumnya sangat kekurangan Omega 3.

Asupan Omega 3 sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan produksi suatu zat seperti hormon yang disebut prostaglandin. Prostaglandin membantu mengatur banyak fungsi fisiologis yang penting termasuk tekanan darah, pembekuan darah, transmisi saraf, respon inflamasi dan alergi, fungsi ginjal dan saluran pencernaan, dan produksi hormon lainnya. Tergantung pada jenis asam lemak dalam makanan, beberapa jenis prostaglandin dapat diproduksi dalam jumlah besar, sementara yang lain mungkin tidak diproduksi sama sekali. Ketidakseimbangan prostaglandin dapat menyebabkan penyakit.

Penelitian menunjukkan bahwa dua jenis asam lemak Omega 3 yang paling banyak manfaatnya adalah EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Meskipun EPA dan DHA secara alami terbuat bersama-sama dan bekerja sama dalam tubuh, studi menunjukkan bahwa setiap asam lemak tersebut memiliki manfaat unik tersendiri. EPA mendukung jantung, sistem kekebalan tubuh, dan respon inflamasi. DHA menunjang fungsi otak, mata, dan sistem saraf pusat yang karena itu penting bagi ibu hamil dan menyusui.

Apa Manfaat Omega 3?

Manfaat Omega 3 untuk Ibu Hamil

sumber gambar: livesuperfoods.com

Bagi ibu hamil, omega 3 berfungsi untuk mengurangi kejadian preeklampsia, depresi setelah melahirkan dan kemungkinan keguguran. Omega 3 juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas air susu ibu, tidak seperti air susu mamalia jenis lain, air susu ibu (manusia) mengandung omega 3. Omega 3 berasal dari ikan yang tinggal di daerah dingin seperti tuna,salmon, herring, cod. Namun konsumsi daging ikan sebagai sumber omega 3 untuk ibu hamil tidak dianjurkan karena ada kemungkinan ikan tercemar oleh logam berat yang justru membahayakan kesehatan ibu dan calon bayi. Karena omega 3 penting bagi ibu dan calon bayi dan tidak bisa dibuat oleh tubuh, konsumsi omega 3 tidak bisa dihindari. Sebagai alternatif, para ibu hamil dapat mengkonsumsi omega 3 dalam bentuk minyak yang sudah melewati proses ekstraksi untuk meningkatkan kemurnian dan menghilangkan pengotor.

Manfaat Omega 3 untuk ibu hamil dan menyusui:

  1. Sebagai pembentukan sistem imun

    Dalam buku Omega-3 Oils, A Practical Guide, 1996 karangan Donald Rudin, M.D. dan Clara Felix disebutkan bahwa Omega-3 berperan penting dalam perkembangan sistem imun, yang terbentuk selama masa kehamilan dan bulan-bulan pertama setelah kelahiran. Jika seorang wanita hamil kurang mengonsumsi Omega 3, anaknya bisa menderita gangguan fisik dan mental karena kurangnya sistem kekebalan tubuh.

  2. Sebagai bahan utama dalam perkembangan otak janin

    Asam lemak esensial Omega-3 juga memiliki peran yang sangat penting pada perkembangan otak janin. Pada tahun 1968, seorang ilmuwan Swedia, Lars Svennerholm menemukan DHA (dari Omega-3) adalah mayoritas asam lemak jenuh yang terdapat dalam otak dan merupakan bahan baku penyusun sel otak. Dia juga menyimpulkan bahwa perkembangan sel otak janin sangat tergantung pada jumlah Omega-3 yang berasal dari ibunya, karena janin belum dapat mengubah asam lemak tidak jenuh dalam tubuhnya sendiri.

  3. Mencegah kelahiran prematur

    Sebuah komisi ahli yang dipimpin oleh Berthold Koletzko, M.D., Rumah Sakit Anak Dr. Von Hauner, Universitas Munich menyatakan bahwa wanita hamil dan menyusui harus mengonsumsi setidaknya 200 mg DHA per hari. Mereka menemukan wanita dengan asupan Omega-3 DHA lebih tinggi memiliki kehamilan lebih sehat, dengan berat bayi lahir yang lebih tinggi dan kehamilan prematur yang lebih sedikit. Asupan DHA juga dihubungkan dengan peningkatan kecerdasan anak dan perkembangan mata.

  4. Berperan dalam kecerdasan visual dan kognitif bayi

    University of Western Australia meneliti 98 wanita hamil yang mengonsumsi 4 gr suplemen Omega-3 dari ikan atau 4 gr olive oil (minyak zaitun) perhari selama 20 minggu masa kehamilan hingga bayi lahir. Setelah anak yang lahir berusia 2 tahun, dilakukan test untuk menilai tingkat tumbuh kembangnya. Anak-anak yang ibunya mengonsumsi suplemen Omega-3 memiliki nilai yang lebih tinggi pada koordinasi mata dan tangan, kemampuan berbicara, lamanya waktu berbicara, serta jumlah kosa kata yang mereka miliki dibandingkan dengan anak yang ibunya mengonsumsi Olive Oil. Profesor Susan Prescott yang memimpin penelitian tersebut menyebutkan suplemen Omega-3 yang dikonsumsi terus menerus selama kehamilan tidak saja aman, tapi juga sangat dibutuhkan bagi bayi dan ibu di kemudian hari.

Dosis Omega 3 Yang Dibutuhkan

Konsumsi omega 3 oleh ibu hamil telah direkomendasikan oleh United States Food and Drug Administration dan National Institute of Healthy yaitu, dalam satu hari, Ibu hamil memerlukan sekitar 300 mg omega 3. Konsumsi omega 3 sangat penting pada trisemester ketiga kehamilan karena pada fase inilah ibu mentransfer omega 3 ke calon bayi dalam kandungan.

Sedangkan menurut ISSFAL (International Society for the Study of Fatty Acids and Lipids) mengeluarkan anjuran konsumsi Omega-3 bagi beberapa golongan usia, seperti berikut ini:

  1. Bayi (1-18 bulan):

    Berat badan 0 – 6,8 kg: 70 mg EPA + DHA/kg berat badan

  2. Anak-anak (1,5-15 tahun):

    33 mg EPA + DHA/kg berat badan.

  3. Dewasa (15-115 tahun):

    500 mg EPA + DHA (Dengan minimal 220 mg EPA dan 220 mg DHA).

  4. Wanita hamil dan menyusui:

    300 mg DHA setiap hari.


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>