Manfaat Susu Kedelai

Manfaat susu kedelai

Susu kedelai telah lama dikenal sebagai alternatif susu untuk para veggie atau beberapa orang yang tidak bisa mengonsumsi laktosa. Namun demikian, makin lama orang-orang memilih susu kedelai karena manfaatnya yang segudang. Susu kedelai sangat kaya akan protein dan karena berasal dari kedelai, tentunya mengandung serat yang lebih tinggi daripada susu hewani.

Bagaimana susu kedelai itu dibuat? Kedelai dicuci dan direndam selama semalam,kemudian dimurnikan. Padatan sari keledai (dinamakan okara) diperas, dan sari yang dihasilkan direbus selama sekitar 10 menit. Begitulah sederhananya, tetapi itu hanya metode yang sederhana. Tentu saja, susu kedelai saat ini mudah ditemui di supermarket terdekat.

Kembali ke manfaat susu kedelai, selain mengandung ekstra protein dan serat, manfaat paling utama pada susu kedelai adalah kandungan isoflavon. Sepertinya terdengar kompleks, tetapi pada dasarnya isoflavon merupakan zat kimia yang sangat mirip dengan hormon estrogen. Isoflavon sangat berkaitan erat dengan isu kesehatan, yang paling seriing muncul yaitu kanker, penyakit jantung, osteoporosis.

  1. Mencegah Kanker Payudara
    Susu kedelai mengandung fitoestrogen yang mirip strukur hormon estrogen. Fitoestrogen pada kedelai lebih lemah dibandingkan hormon estrogen endogen dan memacu aksi anti-estrogen. Beberapa kanker payudara muncul akibat level estrogen yang meningkat. Oleh karena itu dampak mengambat estrogen, fitoestrogen dapat membantu mencegah kanker payudara pada perempuan yang mekanisme kerjanya bersifat hormonal, berdasarkan studi yang dilakukan di University at Buffalo.
  2. Manfaat susu kedelai

  3. Mengurangi Keluhan pada Gejala Menopause
    Banyak wanita pada masa menopause mengalami berbagai mecam komplikasi sebagai akibat dari adanya perubahan pada level estrogen di dalam tubuh. Susu kedelai bisa menjadi obat alami untuk mengatasi gejala menopause. Fitoestrogen pada kedelai menyerupai aksi estrogen dan membantu mengendalikan ketidakseimbangan. Hal ini dapat membantu meringankan beberapa gejala yang berhubungan dengan menopause seperti rasa panas yang berlebihan atau lebih dikenal untuk istilah menopause sebagai hot flashes, mood yang buruk, berat badan bertambah dan vagina yang kering.
  4. Mencegah Osteoporosis
    Estrogen berperan penting pada kepadatan mineral tulang pada perempuan. Itulah kenapa osteoporosis sering terjadi pada wanita lansia ketika produksi estrogen dalam tubuh menurun. Fitoestrogen memiliki efek positif yang sederhana pada kepadatan mineral tulang karena memiliki fungsi yang mirip dengan estrogen endogen dan dapat membantu mengimbangi penurunan aktivitas akibat bertambahnya umur.
  5. Mengurangi Kolesterol dan Mencegah Serangan Jantung
    Lemak jenuh pada susu sapi tidaklah sehat dan dapat meningkatkan kolesterol dalam tubuh Anda. Sebaliknya, protein pada susu kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Asosiasi Pangan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa protein kedelai dapat digunakan sebagai menu diet rendah lemak jenuh dan dapat menurunkan kolesterol secara signifikan, serta mengurangi resiko serangan jantung. FDA merekomendasikan sebanyak 25 gram protein kedelai untuk dikonsumsi per harinya.

    Wanita memiliki potensi lebih untuk terkena serangan jantung daripada laki-laki. Serangan jantung muncul ketika terjadi penggumpalan darah di dalam jantung dan menghalangi arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung. Meminum susu kedelai dapat membantu mencegah penggumpalan darah dan mengurangi resiko serangan jantung. FDA merekomendasikan setidaknya 25 gram protein kedelai untuk mendapatkan manfaat sehatnya yang maksimal dari sari kedelai.

  6. Menurunkan Berat Badan
    Dibandingkan dengan susu sapi, susu kedelai memiliki kandungan gula yang lebih sedikit, yaitu kira-kira 7 gram dalam setiap cangkirnya, susu sapi sendiri mengandung 12 gram gula per cangkir. Hal tersebut membuat susu kedelai sebagai minuman yang rendah kalori, yaitu sekitar 80 kalori, setara dengan susu skim (susu sapi yang telah dihilangkan lemaknya). Hal tersebut membuat susu kedelai sebagai minuman yang cocok bagi Kamu yang sedang diet, sebagai pengganti susu sapi sekaligus mendapatkan berbagai manfaat lainnya. Selain itu, kandungan asam lemak tunggal tidak jenuh (monounsaturated fatty acid) dalam susu kedelai bermanfaat dalam menghambat proses penyerapan lemak di saluran pencernaan, yang berarti sebagai keuntungan tambahan bagi Kamu yang ingin menurunkan berat badan. Untuk menyempurnakan semuanya, asupan serat dari susu kedelai akan membuat Kamu terasa kenyang.
  7. Memperkuat Pembuluh Darah
    Kandungan omega-3 dan omega-6, ditambah lagi kandungan fitooksidan, membuat susu kedelai bermanfaat dalam memperkuat pembuluh darah, oleh karenanya dapat mencegah dari terjadinya luka pada pembluh darah. Hal tersebut juga bermanfaat dalam mencegah serangan radikal bebas serta terjadinya penumpukan kolesterol yang akan mengurangi elastisitas pembluh darah. Hal tersebut sekaligus melindungi tubuh dari serangan tekanan darah tinggi yang bisa berakibat fatal.
  8. Mencegah Penyakit Saluran Pencernaan dan Konstipasi
    Kandungan serat dalam susu kedelai sangat baik dalam mencegah terjadinya penyakit pada saluran pencernaan dan juga konstipasi.
  9. Susu Kedelai Hanya Mengandung Protein Nabati
    Protein nabati memiliki manfaat dalam meminimalisir hilangnya kalsium di dalam ginjal.

Satu hal, susu kedelai tidaklah bebas lemak, meskipun beberapa iklan dan orang-orang berpikiran seperti itu. Susu kedelai mengandung lemak lebih 2% dari susu sapi, tetapi bukanlah lemak jahat penyebab kolesterol. Selain itu, kandungan kalsium pada susu kedelai memang tidak sebanyak pada susu sapi. Namun beberapa produsen susu kedelai menmbahkan kandungan kalsium di dalamnya.

Susu kedelai dapat disajikan secara utuh atau dicampur dengan kopi atau teh. Mungkin terdengar aneh bagi Anda yang tidak biasa, namu manfaatnya sangat besar untuk kesehatan Anda.


loading...

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>