INFOMANFAAT.COM

Manfaat Sampah bagi Kehidupan

infomanfaat.com – Apa sih yang Dimaksud dengan Sampah?

Sampah adalah segala bentuk benda baik yang bisa terurai atau pun tidak, yang tidak digunakan lagi oleh manusia. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa sampah tidak terbatas benda baru atau lama. Ketika sebuah benda tidak lagi disimpan atau digunakan maka ia bisa disebut sebagai sampah. Dan biasanya dibuang ke tempat pembuangan sampah, dibakar atau ditumpuk ditempat pembuangan sementara.

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang tidak pernah usai. Semakin modern kehidupan manusia, maka kuantitas sampah yang dihasilkan pun semakin meningkat. Hal itu terlihat dari kecenderungan meningkatnya produksi sampah di daerah perkotaan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Diperkirakan, rata-rata setiap orang per hari bisa menghasilkan 1-2 Kg sampah.

Secara umum dikenal dua jenis sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik yaitu jenis sampah yang bisa diurai oleh mikroorganisme pengurai. Contohnya sisa-sisa sayur, buah, dedaunan dan sejenisnya. Sampah organik dikenal juga dengan istilah sampah basah. Jenis yang kedua yaitu sampah anorganik. Sampah anorganik yaitu jenis sampah yang sulit atau tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme pengurai, sehingga berpotensi merusak lingkungan. Contohnya sampah plastik, beling, seng, kaleng dan sejenisnya. Sampah anorganik dikenal juga dengan istilah sampah kering.

Sampah jika tidak dikelola dengan baik berpotensi merusak lingkungan. Mengakibatkan pencemaran baik pada tanah, air atau pun udara. Akan tetapi jika dikelola dengan baik, sebenarnya sampah-sampah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan baik dalam bentuk aslinya ataupun melalui proses pengolahan atau daur ulang.

Nah, agar sampah tidak merusak lingkungan ada baiknya kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa manfaat sampah dalam kehidupan sehari-hari:

[list style=”list5″ color=”magenta”]

  • Sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik

    Sampah organik adalah bahan dasar utama pembuatan pupuk organik. Jadi, sampah-sampah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga seperti sampah dapur tidak ada salahnya dikumpulkan di suatu tempat. Kemudian diolah menjadi pupuk organik.

    Sampah dapur bisa diolah menjadi pupuk organik pada (misalnya kompos) atau pun pupuk organik cair. Namun, untuk sampah rumah tangga lebih disarankan untuk diolah menjadi pupuk organik cair. Mengapa? Karena sampah rumah tangga kuantitasnya sedikit, namun selalu kontinyu atau terus menerus dihasilkan.

    Manfaat Sampah

    Bagaimana cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair? Cara mengolahnya sangat sederhana. Teknisnya bisa Anda temukan di buku-buku yang membahas tentang ini. Salah satu buku yang direkomendasikan yaitu buku “Membuat Pupuk Kompos Cair” terbitan Agromedia.

  • Pakan ternak

    Selain itu, sampah organik seperti dedaunan yang masih hijau, sisa sayur dan buah bisa digunakan sebagai pakan ternak. Namun demikian pasti kandulu ya apakah dedaunan atau sisa sayur dan buah tersebut aman dan disukai oleh ternak Anda. Karena, tidak mungkin kan memberi sisa dedaunan pada ayam? Tentunya harus sesuai juga dengan kebutuhan dan keinginan ternak.

  • Bahan dasar untuk berbagai kerajinan kreatif

    Sampah dan barang-barang bekas juga masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai kerajinan tangan kreatif. Misalnya kertas plastik pembungkus sampo, deterjen, pewangi pakaian bisa dibuat menjadi tas atau dompet cantik. Plastik bekas pembungkus permen bisa disulap menjadi dompet unik.

    Contoh lain styrofoam bisa dikreasikan menjadi bunga, hiasan dinding atau mainan anak. Bungkus rokok juga bisa dikreasi menjadi pot bunga dan hiasan dinding dan masih banyak contoh lainnya. Bagaimana proses kreatif untuk membuatnya? Anda bisa menemukan cara membuat berbagai kerajinan sederhana dari sampah dan barang bekas dari internet atau buku-buku kerajinan.

  • Wadah alternatif

    Sampah-sampah yang berbentuk wadah seperti kaleng bekas minuman, botol beling, kaleng biskuit dan sejenisnya bisa dialih fungsikan menjadi wadah alternatif. Agar lebih menarik, Anda bisa mengukir, melukis atau memberi hiasan pada wadah tersebut.

    Contoh sederhananya kaleng bekas minuman atau kaleng sarden. Bisa Anda sulap menjadi wadah tempat penyimpanan pensil yang unik. Bisa dengan cara memberi ukiran, atau menyampulnya dengan kertas kado.

    Contoh lain kardus bekas bisa Anda sulap menjadi box penyimpanan barang. Terlebih dahulu box tersebut Anda tutup dengan kertas kado, atau kertas hias lainnya. Berikan sentuhan kreasi tertentu agar lebih menarik.

    Plastik bekas yang berwarna menarik (pink, merah, putih, hijau, kuning, biru) juga bisa dikreasi sedemikian sehingga membentuk bunga yang menarik.

    Dan masih banyak contoh lainnya.

  • Bahan dasar pembuat batako

    Anda tau styrofoam kan? Styrofoam yang tidak lagi digunakan seringnya menjadi sampah dan dibuang ke tumpukan sampah. Padahal kita tau, styrofoam merupakan jenis sampah yang sangat merusak lingkungan karena tidak bisa diurai oleh mikroorganisme pengurai di dalam tanah.

    Nah, ternyata styrofoam ini bisa loh dijadikan sebagai bahan campuran untuk membuat batako. Uniknya, batako yang dihasilkan lebih ringan dan tidak menyerap air, sehingga jika diaplikasikan untuk bangunan atau tembok, batako ini bisa mencegah rembesan air hujan ke dalam rumah. Teknologi ini ditemukan oleh sekelompok siswa di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Riau (info dari Riau Pos cetak). Sayangnya kekuatan batako ini untuk bangunan belum teruji, namun minimal hal ini sudah memberikan alternatif pengelolaan sampah styrofoam di masyarakat.

[/list]

Nah, demikian beberapa manfaat sampah. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mendapatkan manfaat positif dari sampah. Ternyata, sampah berpotensi besar memberikan keuntungan secara materi jika dikelola dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>